Wednesday, 4 November 2015




Losmen Budjono Dieng || Bicara soal daerah Dieng, Jawa Tengah tidak terlepas dari kekayaan panorama keindahan alam dan sejarah. Maka tidak heran jika Dieng terkenal hingga ke mancanegara karena daya tarik tersebut. Namun selain itu, Dieng juga dikenal dengan daerah yang memiliki tumbuhan Purwaceng. Purwaceng sendiri merupakan tumbuhan liar yang tumbuh di dataran tinggi atau pegunungan. Dan kabarnya Purwaceng ini hanya ada di daerah Dieng saja loh, yang terkenal dengan udara dinginnya.


Purwaceng bisa diolah sebagai minuman herbal seperti jamu. Dan berkhasiat untuk menghangatkan badan. Tapi yang lebih populer khasiat Purwaceng untuk menambah stamina kaum pria dewasa di atas ranjang. Hal ini pun dibenarkan oleh seorang pria asal Wonosobo R (28). Menurut pengakuannya, setelah minum Purwaceng dirinya merasa tubuhnya hangat dan segar. Akan tetapi untuk urusan di ranjang bersama istri tercinta dia pun kurang merasakan. "Saya pernah coba Purwaceng tapi kurang begitu merasakan khasiat 'staminanya' mungkin karena hanya sekali saja," ungkapnya beberapa waktu lalu. Dia menuturkan, agar khasiat Purwaceng penambah stamina pria manjur harus rutin minum selama satu minggu. "Harusnya minum teratur selama seminggu, baru bisa merasakan khasiat tersebut," katanya. Katanya, warga asli Dieng sendiri malah jarang minum jamu tersebut. Purwaceng lebih diburu oleh wisatawan-wisatawan yang berkunjung ke Dieng.

Tuesday, 3 November 2015



Losmen Budjono Dieng || Kali ini saya mau berbagi cerita dan juga mau mengenalkan betapa Indahnya Sunrise di Bukit Sidengkeng Petak 9 Dieng yang jarang diketahui oleh banyak orang yang sudah pernah mengunjungi di berbagai tempat wisata yang ada di wilayah sekitaran Dieng. Letak dari Bukit Sidengkeng Petak 9 Dieng ini berada di kawasan telaga warna, untuk bisa mengunjungi tempat ini kita diharuskan tracking ke bukit kurang lebih 15 menit dari area tempat parkir kendaraan bermotor, untuk mengejar Indahnya Sunrise di Bukit Sidengkeng Petak 9 Dieng kita harus bangun pagi jam 04.30 buat persiapan menuju ke tempat tujuan, kita berangkat dari losmen budjono yang kebetulan tidak begitu jauh dari lokasi jadi tidak perlu khawatir apalagi terburu-buru.


Bagi para pemula yang jarang mendaki gunung sangatlah cocok tracking ke bukit sidengkeng untuk bisa menikmati Indahnya Sunrise di Bukit Sidengkeng Petak 9 Dieng yang menyajikan pemandangan alam yang bisa memanjakan mata ini, selain sunrise di bukit sidengkeng petak 9 kita bisa melihat telaga warna, telaga pengilon, gunung sindoro maupun gunung merapi dan juga merbabu,sekaligus gunung prau yang sudah terkenal akan keindahan bukit teletubies dan sunrisenya. 


Nah bagi sobat yang belom pernah melihat atau menyaksikan Indahnya Sunrise di Bukit Sidengkeng Petak 9 Dieng dengan mata kepala sendiri untuk bisa membuktikan sendiri keindahannya bisa ke TKP nya langsung dengan membayar tiket sebesar Rp 3.000,00, murah bukan? pastinya bikin penasaran dan juga pengen bisa langsung mengunjunginya.

Tuesday, 20 October 2015

Candi Dwarawati
Candi Dwarawati Dieng
Losmen Budjono Dieng || Dataran tinggi dieng banyak menyuguhkan tempat-tempat wisata alam yang unik dan juga banyak peninggalan-peninggalan candi hindu dimasa zaman dinasti sanjaya yang merupakan candi hindu yang tertua di pulau jawa, kali ini kita fokus membahas tentang Candi Dwarawati Dieng yang terletak di pinggir desa Dieng Kulon, kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

Kelompok Dwarawati terdiri atas 4 candi, yaitu Candi Dwarawati, Candi Abiyasa, Candi Pandu, dan Candi Margasari. Akan tetapi, saat ini yang berada dalam kondisi relatif utuh hanya satu candi, yaitu Candi Dwarawati.
Baca Juga : Candi Setyaki Dieng
Candi Dwarawati. Bentuk Candi Dwarawati mirip dengan Candi Gatutkaca, yaitu berdenah dasar segi empat dengan penampil di keempat sisinya. Tubuh candi berdiri di atas batur setinggi sekitar 50 cm. Tangga dan pintu masuk, yang terletak di sisi barat, saat ini dalam keadaan polos tanpa pahatan.

dwarawati2_Fifi.jpg
Pada pertengahan dinding tubuh candi di sisi utara, timur dan selatan terdapat semacam bilik penampil yang menjorok keluar membentuk relung tempat meletakkan arca. Bagian atas relung melengkung dan meruncing pada puncaknya. Ambang relung dihiasi pahatan bermotif bunga yang sederhana. Demikian juga sisi atas dinding bilik penampil. Ketiga relung pada dinding tubuh candi tersebut saat ini dalam keadaan kosong tanpa arca.
dwarawati4_Fifi.jpg
dwarawati3_Fifi.jpg
Sepintas candi ini juga terlihat seperti bangunan bertingkat, karena bentuk atapnya dibuat sama dengan bentuk tubuh candi. Di keempat sisi atap terdapat relung tempat meletakkan arca. Saat ini, relung-relung tersebut juga dalam keadaan kosong. Puncak atap sudah tak tersisa lagi sehingga tidak diketahui bentuk aslinya. Di halaman depan candi terdapat susunan batu yang mirip sebuah lingga dan yoni.


Begitulah sekilas tentang Candi Dwarawati Dieng semoga bisa menambah wawasan tentang sejarah tentang candi hindu tertua di pulau jawa ini, like and share yah sobat semuanya, terima kasih sudah berkunjung di Losmen Budjono Dieng.

Thursday, 15 October 2015


Peninggalan Kebudayaan pada Masa Dinasti Sanjaya di Dataran Tinggi Dieng Jawa Tengah selain komplek Candi Arjuna juga terdapat komplek Candi Gatotkaca yang terdiri 6 bangunan candi , komplek Candi Bima , dan komplek Candi Dwarawati. Sebelah barat komplek candi arjuna terdapat Candi Setyaki yang lain susunan dan bentuk candi berbeda dengan candi-candi yang ada di sekitar dataran tinggi Dieng, Candi Setyaki sendiri atasnya berlubang juga atasnya tidak mengerucut yang pada umumnya candi hindu kebanyakan mengerucut ke atas.


Candi Setyaki di dataran tinggi Dieng jarang sekali dikunjungi oleh para wisatawan dikarenakan tempatnya menyendiri dari area komplek candi arjuna yang merupakan candi utama yang ada di Dieng. Di sebelah bagian utara dari Candi Setyaki juga terdapat Batu Umpak - Umpak yang di perkirakan sebagai bangunan Darmasala yang jaman dulu digunakan untuk tempat peristirahatan sementara.



Tidak jauh dari Situs Candi Setyaki terdapat pula Situs Batu Lingga patok yang berada di areal Pertanian yang di gunakan sebagai daerah Sima atau Simbol dari Tanah Perdikan.
Dan adanya Situs Gangsiran Purba yang di buat oleh masyarakat Hindu Kuno di Dieng sebagai tempat saluran pembuangan air bawah tanah untuk mengeringkan kawasan Candi Arjuna yang pernah terendam luapan air dari Telaga BaleKambang yang berada di sebelah selatan Candi tersebut.
Dari beberapa situs- situs yang ada di dataran tinggi Dieng menunjukan adanya sebuah Peradaban masyarakat Hindu kuno yang pernah mendiami Bumi Dieng di masa kejayaan Wangsa Sanjaya
Wisata Sejarah di Candi Setyaki kita akan di ajak menelusuri dan belajar mengali informasi dari bentuk Arsitektural kuno dengan Ragam Hias atau Ornamen - Ornamen  yang ada di setiap bagian Candi Setyaki.

Friday, 9 October 2015



Goa Semar Dieng terletak di  area dekat telaga warna dan telaga pengilon yang berada di dataran tinggi dieng, Goa semar merupakan goa sang pamomong. Ungkapan itu tidaklah berlebihan karena di goa ini sejak dahulu sudah terkenal sebagai goanya para sang pemimpin. 

Mantan Presiden Soekarno dan Soeharto pernah mengunjungi goa ini untuk bersemedi. Goa ini juga diincar calon presiden atau penguasa yang ingin maju ke tambuk kekuasaan. Goa Semar juga goa induk dan juga Kebanyakan goa yang ada di Dieng memang masih digunakan sebagai lokasi untuk bersemedi dan bertapa. Goa dipercaya sebagai salah satu media alternatif yang digunakan oleh beberapa orang sebagai tempat menyampaikan segala keluh kesah diri kepada Yang Maha Kuasa. Dengan segala misteri yang ada, Goa ini juga menjadi salah satu tempat wisata di Dieng yang sering dikunjungi wisatawan.
Selain sejarah dan kemistisannya, Goa Semar ini merupakan goa yang letaknya paling tinggi di Dataran Tinggi Dieng. Meskipun, ukuran dari Goa Semar ini tidaklah begitu luas. Ukuran Goa Semar ini hanya 4 meter persegi

Wednesday, 7 October 2015

Tuk Bimo Lukar diyakini bisa menjadikan awet muda

Dieng adalah kawasan dataran tinggi yang berada di Propinsi Jawa Tengah, yang wilayah dibagi dua antara Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.
Dieng merupakan kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata di dataran tinggi Dieng antara 2.500 m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 15-20°C di siang hari dan 10°C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0°C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas ("embun racun") karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian biasanya menyerang tanaman kentang di daerah tersebut.




Di dataran tinggi Dieng tepatnya dekat pertigaan masuk desa Dieng ada sumber mata air yang berasal dari Gunung Prau yang merupakan hulu sungai dari Sungai Serayu namanya Tuk Bimo Lukar. Tuk Bimo Lukar ini adalah Mata air Suci bagi umat Hindu Kuno Dieng. Nama Bimo Lukar sendiri di ambil dari kata Bimo dan Lukar, Bimo artinya nama salah satu satu tokoh dari Pandawa sedangkan Lukar artinya busana. Menurut legenda cerita nama Bimo Lukar berarti sebagai tempat dimana tempat sang tokoh Pandawa yaitu Bimo Seno melukar (melepas) pakaiannya untuk disucikan. Tuk Bimo Lukar tersebut terbuat dari batu jaman purba yang disimbolkan dengan batu lingga (bentuknya menyerupai alat kelamin pria) dan Yoni sebagai yang digunakan sebagai penampung air nya (berbentuk seperti alat kelamin wanita).

Menurut cerita rakyat kuno air dari Tuk Bimo Lukar diyakini bisa menjadikan awet muda apabila seseorang telah mencuci muka nya di Tuk Bimo Lukar tersebut.
Tapi sekarang ini objek wisata tersebut mulai diterlantarkan, para wisatawan lebih memilih objek wisata yang lagi hits sekarang ini yaitu gunung prau sama bukit sikunir.

Hubungi Kami

Kelik Alamsyah 085 226 645 669 Aman Santoso 081 227 114 655 Edwin Adi Kurniawan 085 602 045 549
Powered by Blogger.

Popular Posts